Curhat Pengalaman Bikin SIM C Baru di Wonogiri 2025: Jalur Jujur Ternyata Gampang (dan Murah Banget!)

inicaraguedotcom - Halo temen temen! Kali ini saya mau sharing pengalaman yang agak "nyesek" tapi berakhir membanggakan. Cerita ini berawal dari kejadian di Operasi Patuh Jaya 2025 kemarin. Gara-gara khilaf lupa cek masa berlaku SIM C yang ternyata sudah kadaluarsa, saya kena tilang! STNK pun harus ditahan dan disuruh ikut sidang di Kejaksaan.

Pelajaran penting nih buat teman-teman: Cek SIM kalian sekarang! Pasalnya, aturan sekarang ketat banget. Kalau lewat masa berlakunya satu hari saja, kamu nggak bisa perpanjang dan wajib buat baru. Disarankan perpanjang itu 2 minggu sebelum habis ya, biar aman.

Karena saya warga negara yang patuh hukum, hari berikutnya saya langsung tancap gas ke Satpas Polres Wonogiri buat urus SIM C baru. Begini proses lengkapnya biar kamu nggak bingung dan nggak terjebak calo!

Persiapan di "Ruko Sakti" Sebelah Satpas

Begitu sampai di Satpas Polres Wonogiri, saya lapor ke petugas. Benar saja, karena sudah mati, saya diarahkan buat proses SIM baru. Petugas menyuruh saya ke area ruko di sebelah gedung Satpas untuk melengkapi dokumen. Di sana ada 3 ruko yang punya peran masing-masing:

  1. Ruko Kiri (Fotocopy-an): Di sini saya bayar Rp5.000 untuk map dan kelengkapan berkas. FYI, di sini saya sempat ditawarin: "Mas, mau foto besok langsung jadi? Biayanya 700 ribu." Waduh, mahal banget! Langsung saya tolak halus karena saya niatnya mau lewat jalur tertib.
  2. Ruko Kanan (Tes Kesehatan/KIR): Bayar Rp75.000. Prosesnya cepat, kalau dinyatakan sehat, lanjut ke ruko berikutnya.
  3. Ruko Tengah (Psikotes): Di sini kita ngerjain soal-soal tentang kepribadian dan lalu lintas. Biayanya Rp120.000.

Setelah kantongi hasil sehat dan psikotes, baru deh masuk ke gedung utama Satpas.

Drama Tes Komputer (E-AVIS) & Ujian Praktek

Di dalam gedung, prosesnya mulai dari submit data, foto, sampai sidik jari. Setelah itu, masuk ke tahap yang paling bikin deg-degan: Tes Computer E-AVIS.

Gambar dari Kumparan, saya takut foto foto/video wkwkw

  • Hari Pertama: Saya ngerjain soal pengetahuan rambu dan mengemudi. Hasilnya? GAGAL! Skor saya 69, padahal minimal harus 70. Nyesek banget cuma kurang satu poin! Akhirnya disuruh pulang dan mengulang 7 hari kemudian.
  • Hari Kedua: Datang lagi buat remed tes E-AVIS. Alhamdulillah lolos dengan skor ngepres: 70! Hehe. Lanjut ke tes mengemudi.

Catatan: Tes praktek sekarang jauh lebih masuk akal dibanding dulu. Track-nya simulasi jalanan asli. Ada pengereman, berhenti sebelum garis yellow box, tengok kanan-kiri, dan belok.

Bukan bapak itu yang uji saya, yang si satpas wonogiri mas mas polisi, wenak orang e sloww
Tapi eh tapi... saya GAGAL lagi. Masalahnya sepele: saya lupa nyalain lampu sen setiap mau belok. Oke, balik lagi 7 hari lagi.

  • Hari Ketiga: Ini penentuan. Buat kamu yang biasa pakai motor matic, harus sedia mental ya, karena motor tesnya pakai Honda Revo 110 (Manual). Kali ini saya super fokus: rem pas, tengok kanan-kiri, dan yang paling penting... PAKAI SEN! Akhirnya, petugas bilang: "Lolos, Mas!"

Biaya Akhir: Jalur Jujur vs Jalur Calo

Setelah dinyatakan lolos semua, saya diarahkan bayar biaya PNBP pembuatan SIM C sebesar Rp100.000 di Bank BRI samping gedung Satpas. Setelah bayar, serahkan semua berkas ke ruang cetak, tunggu sebentar, dan SIM C baru pun jadi!

Mari kita hitung total biayanya:

  • Admin & Map: Rp5.000
  • KIR Sehat: Rp75.000
  • Psikotes: Rp120.000
  • Biaya SIM (PNBP): Rp100.000
  • Total: Rp300.000

Bandingkan dengan tawaran calo yang Rp700.000. Saya hemat Rp400.000! Uangnya bisa buat makan enak bareng keluarga, kan? Plus, ada rasa bangga karena dapet SIM hasil keringat dan kemampuan sendiri.

Sedikit Saran Buat Pemerintah

Sebagai warga yang sudah merasakan prosesnya, saya punya sedikit masukan nih buat instansi terkait:

  1. Digitalisasi Tes Teori: Kalau bisa, tes E-AVIS atau psikotes dilakukan secara online dari rumah. Jadi kita ke Satpas tinggal tes praktek saja. Ini bakal ngebantu banget buat orang yang kerja full-time biar nggak bolak-balik izin kantor. Kalau prosesnya lama, itulah celah di mana calo "satu hari jadi" masuk.
  2. Sistem Pembayaran All-In: Kalau bisa biayanya dijadikan satu paket (All-in) dan dibayar di akhir menggunakan Kode Billing negara. Pasti kami para warga bakal lebih ikhlas dan merasa transparan bayarnya.

Kesimpulannya: Jangan takut buat SIM sendiri! Gagal itu biasa, tinggal ulang lagi. Selain lebih murah, kita juga membantu menyumbang pemasukan resmi negara, bukan masuk kantong pribadi calo.

Yuk, budayakan proses yang benar! Ada yang punya pengalaman serupa pas bikin SIM di Wonogiri? Tulis di kolom komentar ya! 

Salam,

inicaraguecom

inicaraguecom Caramu melakukan sesuatu bukanlah satu satunya cara. Hargailah cara pandang orang lain. Kamu mungkin benar tetapi mereka juga tidak salah.

Belum ada Komentar untuk "Curhat Pengalaman Bikin SIM C Baru di Wonogiri 2025: Jalur Jujur Ternyata Gampang (dan Murah Banget!)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel