Mau Sampai Kapan? : Ulasan Layanan Kereta Api di Indonesia

inicaraguecom - Kereta api di Indonesia telah menjadi salah satu pilihan transportasi yang cukup populer, tetapi sayangnya, kemajuan teknologi saat ini tidak sepenuhnya tercermin dalam sarana dan prasarana yang disediakan. Beberapa hal perlu diperhatikan untuk meningkatkan kualitas layanan kereta api di Indonesia.


Bukannya kita tidak bersyukur atas subsidi yang diberikan pemerintah, namun sebagai warga negara yang baik, mendapatkan sarana dan prasarana yang layak dan nyaman merupakan hak warga negara benarkah ? 

Nah berhubung saya selalu menggunakan Transportasi Kereta Api yang murah meriah ini maka saya akan menyampaikan beberapa gap dan ketidaknyamanan saya dalam menikmati fasilitas pemerintah.

Berikut ulasannya, jangan baper ya hehe 

1. Sistem Keamanan Pintu:

Sistem buka tutup pintu masih manual mulai dari KA Ekonomi hingga KA Sultan (Panoramic). Entah apa yang di pertimbangkan untuk masih saja menggunakan pintu manual dan pake kunci grendel pintu toilet SPBU. Apakah tidak bisa menggunakan system hidrolik yang hanya bisa di kontrol dari ruang masinis layaknya KRL Commuterline, MRT Jakarta, Raillink !

Keamanan penumpang adalah prioritas utama, namun, penggunaan grendel pintu manual pada setiap gerbong dapat menjadi potensi risiko. Diperlukan pembaruan untuk mengadopsi sistem pintu yang lebih aman dan otomatis guna mencegah kecelakaan yang tidak diinginkan.

2. Kesenjangan Tempat Duduk:

Tempat duduk adalah hal yang sangat di perhitungkan dalam layanan transportasi luar kota. kalian biasa bayangin jika kalian keluar kota naik sepeda ontel yang mana jok nya sangat tidak di desain untuk duduk lebih dari 1 jam, yakin gempor. 

Begitu juga dengan tempat duduk di Kereta Api Jarak Jauh, siapa yang tahan dengan kondisi tempat duduk tegak 90 drajat berhadap-hadapan legroom cuman 40 centi hah. Cobalah buatin sekali saja untuk selamaya tempat duduk yang agak condong kebelakang sedikit dah gitu aja.

Bukan nya suruh milih, kalo mau nyaman ya naik KA eksekutif dong,.. HAH, inget pasal 5 Men hehe    

Keselarasan antara kereta ekonomi dan eksekutif perlu ditingkatkan, terutama dalam hal desain tempat duduk. Penataan tempat duduk seharusnya mempertimbangkan kenyamanan penumpang, menghindari penempatan yang berhadapan dan menyesuaikan tingkat tegaknya agar sesuai dengan standar ergonomis.

3. Sambungan yang Presisi:

Bagi orang orang perfeksionis kalian jangan pernah naik KA ekonomi, saya yakin kalian akan stres melihat pemandangan kabin gerbong Kereta Api yang seolah olah di buat alakadarnya, sambungan antar panel ga presisi, lem blepotan, masih pake AC tempel, pokoknya bentukan kolonial banget yang masih di pertahankan sampe sekarang. 

Kendala dalam presisi sambungan kereta perlu diperbaiki agar perjalanan menjadi lebih nyaman dan aman. Sambungan yang terlihat ngasal dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran bagi penumpang.

4. Harga dan Kualitas Makanan:

Harga makanan di kereta kelas ekonomi namun berharga kelas bintang lima. Kereta Api Bengawan itu rata rata harga makanannya 38-40 ribu sungguh 2x lipat dari mekdi. Jadi gini kan kita naik KA Ekonomi buat menghemat budget nah sampe kabin di sodorin makanan yang ga begitu enak dengan harga yang lebih mahal, ya lebih baik puasa 9 jam atau makan di Stasiun Prujakan atau bawa makan minuman sendiri dong hehe.

Harga menu makanan kereta api perlu dievaluasi agar lebih sesuai dengan kualitas yang diberikan. Peningkatan rasa dan variasi menu dapat meningkatkan kepuasan penumpang terhadap layanan tersebut.

5. Pengaturan Lampu Kabin:

Perjalanan malam hari adalah untuk istirahat benar ga?, ya kali kita mau menikmati pemendangan hehe. Nah istirahat yang nyaman adalah mengurangi cahaya kabin benar tidak, tapi kondisi di gerbong kereta sebaliknya, terang benderang kaya pabrik garment, nah loh mau istirahat gimana tuh hehe. 

Keterbatasan pengaturan lampu kabin pada malam hari dapat menghambat kenyamanan tidur penumpang. Pengaturan yang lebih baik perlu diperkenalkan, seperti lampu yang dapat dikontrol oleh penumpang secara individu untuk mendukung tidur yang nyaman.

6. Voice Over yang Jelas:

Voice over atau pengumuman yang di sampaikan crew untuk memberi informasi perjalanan maupun informasi lainnya harus di sampaikan dengan jelas, kalian setuju yah. nah kalian cobain naik Kereta Api Bengawan, kalian akan mendengarkan Voice Over berbahasa Ingris hasil translate an google translate, aneh banget dah. 

Penggunaan voice over yang jelas dan informatif dapat meningkatkan pengalaman penumpang. Diperlukan penyempurnaan dalam pengucapan dan kejelasan informasi yang disampaikan untuk menghindari kebingungan.

Secara keseluruhan, perlu adanya investasi dan inovasi dalam meningkatkan kualitas layanan kereta api di Indonesia. Evaluasi terus-menerus terhadap berbagai aspek seperti keamanan, kenyamanan, dan kualitas layanan dapat membantu menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi penumpang.


inicaraguecom Caramu melakukan sesuatu bukanlah satu satunya cara. Hargailah cara pandang orang lain. Kamu mungkin benar tetapi mereka juga tidak salah.

Belum ada Komentar untuk "Mau Sampai Kapan? : Ulasan Layanan Kereta Api di Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel